Senin, 07 Mei 2012

KERISPATIH ~ KEJUJURAN HATI

Diposting oleh nnandaputri di 03.41 0 komentar
KERISPATIH ~ KEJUJURAN HATI 

Ku akui aku memang cemburu
Setiap kali kudengar namanya kau sebut
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yg seharusnya kulakukan
Karena memang kau bukan milikku
Ku akui aku merindukanmu
Meski ternyata tak pernah kau merindukanku
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yg seharusnya kuinginkan
Karena memang kau bukan milikku
Reff: sesungguhnya ku tak rela
Jika kau tetap bersama dirinya
Hempaskan cinta yg kuberi
Semampunya ku mencoba
Tetap setia menjaga segalanya
Demi cinta yg tak pernah berakhir
Ku akui aku merindukanmu
Meski ternyata tak pernah kau merindukanku
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yg seharusnya kuinginkan
Karena memang kau bukan milikku
Repeat reff
Kejujuran hati yg tak mungkin dapat ku pungkiri
Keinginanku untuk kau tau isi hatiku
Demi cinta yg tak pernah berakhir

Sabtu, 14 April 2012

( ~ ˇ▽ˇ) ~

Diposting oleh nnandaputri di 06.39 0 komentar


aku sangat mencintaimu, apakah kamu juga mencintaiku :D

Sabtu, 31 Maret 2012

cerpenku :D

Diposting oleh nnandaputri di 23.49 1 komentar
     
di suatu hari, ada seorang anak yang bernama NANDA . dia adalah diriku. aku anak baru di sekolahku. dan aku sekarang masih belum punya temen untuk ngobrol, curhat, dan bercanda bareng. ternyata jadi anak baru itu gk enak, soalnya kita belum kenal apa-apa tentang sekolah yang baru kita pijak.
pertama aku mulai hariku di sekolah baruku. seperti biasa setiap hari Senin upacara. pada saat upacara berlangsung aku diliatin mulu sama anak-anak di sekolahku. mungkin diri ku asing bagi mereka. pada saat upacara berlangsung aku sangat menikmati upacara itu dengan hikmat, walaupun aku di liatin tapi aku cuma membalas dengan senyuman. upacara pun akhirnya selesai. pada saat aku memasuki kelas baruku, aku merasa bingung "aku mau duduk di mana ya". ternyata di depan meja guru ada kursi kosong dan di sampingnya ada seorang siswa yang mengajakku untuk duduk di sampingnya. dan akhirnya aku sekarang duduk bersama dengannya. sebelum pelajaran di mulai aku menyempatkan diri untuk berkenalan pada teman-teman di kelas baruku ini. dan teman-teman ku menyambut diriku dengan penuh semangat. pada saat guru masuk ke kelas untuk mengajar, ia bertanya kepada ku "kamu anak baru ya?yang pindahan dari SMP SUKAMATI?", "iya bu", "nama kamu siapa ?" "namaku Nanda, bu" "ohhh, jadi nama kmu Nanda ya" kata teman-temanku. bel pelajaran pun berbunyi dan saatnya waktunya pelajaran dimulai. pada saat pelajaran dimulai aku sempat bercanda dengan teman sebangku ku yang bernama ANDINI PUSPA, tapi aku juga sambil memperhatikan guru di depan yang sedang menerangkan. begitu bel berbunyi kembali, aku di datangi oleh teman-teman ku di kelas dan ditanyakan tentang ini itu. setelah meladeni teman-temanku itu aku dan Andini langsung pergi ke kantin dan membeli jajanan yang ada di kantin. setelah membeli jajanan aku dengan Andini pun langsung meninggalkan kantin dan pergi ke kelas. pada saat aku berjalan ingin ke kelas banyak sekali murid-murid di sekolah baru ku itu pada ngeliatin aku mulu. dan aku kan jadi amlu diliatin mulu, "apakah ada yang salah dengan penampilan ku yang biasa-biasa aja?". dan akhirnya sampai juga di kelas, dan aku bertanya kepada Andini "Andini, memang ada yang salah ya dengan penampilan ku?", Andini menjawab "enggk ko, penampilan kamu rapi dan kamu keliatan sangat cantik dengan penampilan seperti ini", "tapi kenapa semua murid disini ngeliati aku terus?", Andini "mungkin mereka penasaran sama kamu", "hmm, bisa juga sih. tapi aku ngerasa gak pede kalo jalan atuh diliatin mulu sama mereka", Andini "udahlah, gak usah dipikirin lagi. oh iya rumah kamu di mana?", "rumah aku di BTN Cicadas Mas Permai blok cc3 no 21, emang kenapa?kalo rumah kamu dimana?", Andini "ohhh, enggak kenapa-napa ko aku cuma mau tau aja. ruamah aku di perum. villa asri. emm .. nanti pulang sekolah kita pulang bareng yuk!", "ayukk", Andini "kamu kenapa pindah ke sini?emang kamu dari SMP mana?", "aku pindah ke sini soalnya mama papa ku kerjanya dipindah ke daeerah sekitar sekolah ini jadinya aku di pindahkan ke sekolah ini agar kalau pulang sekolah aku bisa pulang bareng dengan mama papa ku", Andini "ohhh, ntar sebelum pulang sekolah kamu mau gak anterin aku ke ketua OSIS?", "maulah, emang kamu mau ngapain ke ketua OSIS?", Andini "aku mau ngumpulin data kelas kita", "ohhh, ok dehh ..". bel pun berbunyi lagi dan bertanda bahwa pelajaran ke 2 segera berlangsung. kata guru MATEMATIKA "assalamuallaikum, anak-anak", "wallaikumsalam, bu", guru "sekarang buka buku halaman 18", "ok dehh, bu", guru "siapa yang sudah mengerti tentang bab ini?", aku "saya bu, saya sudah mengerti tentang bab ini", guru "ohhh, kamu belajar dari sama siapa entang bab ini?", aku "ini kan pelajaran kelas 7 bu, waktu di sekolah saya yang kemarin saya sudah belajar pas kelas 7", guru "ohhh, apakah kamu bersedia untuk mengajarkan teman-teman kamu?", ak "saya bersedia ko, bu. apasih yang gk saya lakukan untuk kepentingan kelas ini", guru "baiklah, silahkan". aku pun akhirnya menerangkan semua yang aku ketahui tentang bab ini. dan hanya dalam waktu setengah jam aku selesai menerangkan dan semua teman-temanku di kelas ini sudah mengerti tentang bab ini. bel pun berbunyi kembali, dan menyatakan bahwa pelajaran pun selesai dan kita semua di bolehkan pulang. aku "Andini, kamu jadi gk bertemu dengan ketua OSIS?", Andini "jadi ko, nan. tunggu aku bentar ya, aku mau piket dulu", "ok dehh, yaudah aku nunggu di depan kelas ya", Andini "ok dehh". aku pun menunggu Andini piket. setelah piket itu selesai, Andini langsung menarikku berjalan untuk menemui ketua OSIS karna ia takut kalau ketua OSIS tersebut sudah pulang. "Andini pelan-pelan dong, sakit nih tanganku di tarik sama kamu", Andini "maaf, Nan. soalnya aku takut dia sudah pulang". aku pun terdiam dan ikut apa yang Andini katakan. Andini kepada Fikri ketua OSIS sekolah ini "Fikri, tunggu ..", Fikri "iya ada apa ko kaya abis di kejar-kejar anjing, ehehe", Andini "nih, gua cuma mau ngasih data kelas gua yang tadi pagi lu mintain", Fikri "ohhh, Din gua mau ngomong sama lu sebentar. ehh, lu gua minjem Andininya bentar ya", aku "iya". pembicaraan yang di bicarakan olehh Andini dan Fikri, Fikri "ehhh, Din. temen lu yang tadi namanya siapa?", Andini "namanya Nanda, emang kenapa?", Fikri "cantik banget, dia udah punya pacar belum?", Andini "emang, gak tau tanya dia aja", Fikri "gimana caranya?",Andini "pulang bareng aja, dia rumahnya deket sama rumah lu kok", Fikri "emang rumahnya di mana?", Andini "rumahnya di BTN Cicadas Mas Permai, deket kan sama rumah lu?", Fikri "deket banget, yaudah besok lu bilangin ke dia gua ngajak dia makan siang dan besok gua tungguin di pos depan ok", Andini "ok dehh, ntr gua bilangin ke dia". Fikri "ehh, lu. maaf ya minjemnya lama", "ohiya, gk apa-apa ko", Andini "gua pulang duluan ya", Fikri "yaudah gih sana plg bosen ngeliat lu *haha bercanda", Andini "ok lu gitu, gk gua bilangin lo", Fikri "gitu sih lu mah, apa-apa ngambek", Andini "tenang napa ntr gua bilangin ini", aku "kamu kita berdua pulang duluan ya, bye", Fikri "ok sipp". akhirnya aku pun pulang dan langsung mencari angkutan umum. pas udah naik angkot si Andini yg langsung membuka pembicaraan "ehhh,, Nanda ketua OSIS tadi yang nyebelin ngajak kamu makan tuh besok", aku "mana mungkin ketua OSIS mau ngajak aku makan", Andini "tapi ini beneran, aku ngapain si boong sama kamu", "ohhh, Andini aku minta nomer hp kmu dong", Andini "nih 083899380438, kalo nomer kamu berapa?", "nomer aku 083819354896", Andini "Nan, tadi kata Fikri kamu cantik banget", "ohhh, aku bingung sama murid-murid di sini kenapa banyak yang bilang akalo aku tuh cantik banget?", Andini "kamu tuh emang beneran cantik banget", "oh ya", Andini "iya, Nanda". di jalan kami berdua berbincang-bincang. sesampainya ku di rumah, aku langsung mengecek handphone ku. saaat aku mengambil handphone ku aku melihat ada 2 pesan dari orang yang berbeda. saat aku buka pesan itu ternyata pesan itu dari Andini dan 1 lagi dari orang yang jahiilin ku . aku bales sms orang yang mengerjahi ku, aku "nih siapa ?", orang itu "aku, masa kamu gk kenal sih sama aku", aku "aku beneran gak kenal sama dirimu", orang itu "aku Fikri", aku "ohhh, kamu. ada apa sms aku ?", Fikri "aku cuma mau smsn aja", "ohhh, kamu dapet nomer ku dari siapa?", Fikri "aku dapet dari Andini", aku "ohhh, emang kamu benar ya mau mengajak ku makan besok hari?", Fikri "iya, benar. apakah kamu menerima ajakanku?", "emm, aku belum tau. nanti aku bilang mama papa ku dulu boleh apa enggk", Fikri "ok dehh, kalo kamu mau bilang ke aku ya", "iya, ntar aku bilang ke kamu", Fikri "kamu sekarang lagi apa?", "aku lagi istirahat, emang ada apa?", Fikri "enggak ada apa-apa, aku cuma nanya aja", "ohhh, kamu sendiri lagi apa?", Fikri "aku lagi mikirin kamu", "apa sih kamu, kenapa aku di pikirin kan masih banyak yang harus kamu pikirin?", Fikri "ehehe, enggk kenapa-kenapa ko aku mikir kenapa kamu bisa cantik banget", "aku kan jelek, kamu fitnah bilang aku cantik", Fikri "aku gak fitnah, kamu emang beneran cantik banget. aku belum pernah ngeliat cewe yang cantik banget seperti kamu", "pacar kamu pasti lebih cantik dari pada aku!", Fikri "aku gak punya pacar, kalo kamu punya pacar gak?", "belum", Fikri "ohhh, bener nih?masa cewe secantik kamu belum punya pacar sih?", "bener, Fik smsnnya udahan dulu ya aku mau solat dulu", Fikri "yaudah deh, assalamuallaikum", "walaikum salam". akhirnya pun aku dan dia berhenti smsn, dan di lanjutkan di waktu lain.
hari besoknya sepulang sekolah. "Andini, gimana nih. aku mau nerima permintaan Fikri apa enggak nu nih?", Andini "itu sih up to you aja, kan kamu yang di ajak. tapi kalo aku yang di ajak sih aku mau-mau aja.", "beri aku saran dong", Andini "iya tadi saran aku buat kamu", "emang gk ada yanglain ya sarannya selain itu?", Andini "enggak, udahlah kalo kamu mau ikut yaudah ikut aja lumayan lo di bayarin makan", "tapi masa anak baru di sekolah udah makan-makan bareng sama ketua OSIS sihhh", Andini "udahlah gak usah mikirin itu, lagian kan gk ada salahnya kalo kamu makan bareng sama dia". aku pun terdiam dan aku mulai berpikir. dan aku akhirnya menerima permintaan tersebut walaupun masih ada rasa ragu-ragu. sepulang sekolah ternyata Fikri sudah menungu ku di depan pos dengan penampilan rapi, aku pun langsung menumuinya karna takut dia sudah menungguku terlalu lama. saat aku jalan ingin menemuinya aku sempat merapikan baju ku yang agak sediki berantakan. sesampainya di depan pos, Fikri "hay, Nanda", "hay juga, kita jadi makannya?", Fikri "jadilah, ayo atuh kita jalan ke buru sore". aku dan Fikri pun naik motor berdua ke tempat salah satu restoran yang ada di dekat-dekat sekitar sekolah. di jalan aku hanya diam karna aku takut kenapa-napa. pas macet banget Fikri ngebut-ngebut jalannya dan akhirnya Fikri menarik tanganku, ya seperti orang pacaran. karna aku benar-benar takut aku langsung meluk dia karna aku beneran takut banget. "Fik, jalannya pelan-pelan aja, aku takut", Fikri "iya deh iya, maaf ya udah buat kamu takut", "iya, tapi jangan ngebut-ngebut ya jalannya", Fikri "ok deh". sesampainya di restoran kami berdua langsung mencari tempat duduk. setelah mendapatkan tempat duduk, aku dan dia pun memesan makanan. Fikri "kamu mau pesan apa?", "gak tau, kalo kamu?", Fikri "aku mau mie ayam special kalo kamu mau apa?", "yahhh, aku gak suka mie ayam", Fikri "yaudah aku gak jadi mesen mie ayam dehh, gimana kalo nasi goreng cinta?", "emm, boleh tuh", Fikri "yaudah kita mesen itu aja ya, trus kamu minumnya mau apa?", "aku jus jeruk juga aja", Fikri "ok dehh". akhirnya kami pun memesan nasi goreng cinta dan minum jus jeruk, saat pesanan datang Fikri mengatakan sesuatu. Fikri "Nan ..", "iya ada apa?", Fikri "kamu sekarang punya pacar gk?", "enggk, emang kenapa?", Fikri "aku suka sama kamu, kmu mau gk jadi pacar aku?", "emmm, aku gak tau. aku perlu waktu buat mikirin itu", Fikri "iya gak apa-apa ko". akhirnya kita melanjutkan makan setelah selesai makan aku dan dia langsung ke kasir untuk membayar dan kita pun langsung meninggalkan tempat makan tersebut. "Fik, kamu mau nganterin aku sampe mana?", Fikri "sampe rumah kamu, sekalian aku mau minta maaf sama mama papa kamu soalnya udah ngajakin kamu makan hari ini", "ohhh, emang kamu tau rumah aku?", Fikri "tau dong, kan di kasih tau Andini", "ohhh, yaudah ayo kita pulang ke buru sore oh iya jalannya jangan cepet-cepet ya", Fikri "ok dehh, tuan putri". kita pun pulang dan Fikri mengantar ku sampai rumah. sesampainya di depan rumah "Fik, aku masuk duluan ya", Fikri "emm.. di dalam rumah kamu ama papa kamu gk?aku mau pamitan pulang?", "ada, tunggu bentar ya aku panggilin dulu". saat mama papaku keluar menemuinya, Fikri "assalamuallaikum tante dan om", mama papa "walaikumsallam", Fikri "maaf niih om dan tante udah ganggu waktu om dan tante ini. saya mau minta maaf soalnya saya mengajak Nanda untuk makan siang tanpa izin kepada om dan tante", mama papa "iya gk apa-apa ko, kemarin juga Nanda sudah bilang ke tante dan om kalau ingin makan siang sama kamu", Fikri "ohhh, yaudah deh om tante dan Nanda aku pamit pulang dulu ya. assalammuallaikum", mama papa dan aku "walaikum sallam, hati-hati ya di jalan". saat dia pulang aku dan mama papa ku maksud ke dalam rumah dan di dalam rumah mama ku bertanya "Nan, anak yang tadi siapa kamu?dia sopan sekali", "dia ketua OSIS di sekolah baru ku, dia memang baik sekali dan dia tidak pernah lupa dengan ibadah nya". aku pun langsung masuk ke kamarku dan mengambil handphone ku, ketika aku melihat handphone ku ternyata ada 20 sms dari teman-teman cowo di sekolah ku.
keesokan harinya. aku dan Fikri pulang bareng dan sudah seminggu aku dan dia selalu bareng kalo pulang sekolah. pada waktu itu aku mengatakan kepadanya "Fik, aku mau ngomong sama kamu", Fikri "ngomong apa cantik?", "aku mau jadi pacar kamu", Fikri "bener nihh, aku gak mimpi kan", "enggak, kamu gak mimpi", Fikri "yee, aku punya pacar cantik kaya kamu", "kamu bisa aja sih", Fikri menciumku. "iih, kamu aku kan jadi malu", Fikri "maaf, aku lagi seneng banget nih", "seneng kenapa?", Fikri "seneng bisa mendapatkan hati kamu", "apa sih", Fikri "aku cium lagi lo, kalo gak percaya", "ehehe, iya iya aku percaya", Fikri "hehe, cantik kamu mau makan apa sekarang?", "aku mau makan pizza", Fikri "oke, ayo kita makan pizza",  "emang kamu bawa uang berapa say?",, Fikri "tenang say, aku bawa uang 200 ribu cukup kan?", "cukuplah, emang kita mau ngapain lagi", Fikri "yaudah atuh buruan naik motor aku", "tapi jangan kenceng-kenceng ya aku kan takut", Fikri "oke dehh". aku dan Fikri pun langsung menuju restoran pizza.
keesokan harinya, aku sama Fikri berangkat sekolah bareng. sesampainya di sekolah, aku merasa malu karna aku masih anak baru sudah berpacaran dengan ketua OSIS.  pas aku turun dari motornya Fikri aku langsung masuk ke kelas dan Fikri pun mengantarku sampai ke depan kelas. sesampainya di depan kelas aku mengatakan "Fik, aku masuk ke dalam kelas dulu ya", Fikri "iya, bye cantik".. aku pun masuk ke dalam kelas dan Fikri pun langsung meninggalkan kelasku  dan pergi ke kelasnnya. pada saat aku sedang asyik membaca buku aku pun langsung di gerubungi sama banyak orang yang penasaran dengan hubungan ku dengan Fikri. mereka "hay, Nanda", "iya, hay juga. ada apa ini ko rame-rame?",mereka "emang bener ya kalo kamu pacaran sama ketua OSIS kita?", "emang penting ya, kalian nanya tentang ini?",  mereka "enggak juga sih, kita semua cuma mau tau aja", "ohhh", mereka "iya, kamu pacaran ya sama dia ?",  "iya aku pacaran sam dia, emang kenapa?kalian enggak suka ya kalo aku oacaran sama dia? yaudah deh ntr aku putusin aja", mereka "iih, kita suka ko. kamu jangan putusin dia. dia cocok banget sama kamu. dianya ganteng kamunya cantik", "aku biasa aja", mereka "boleh tuh traktirannya", "ehehe, kamu minta sama Fikrinya aja ya. kalo kamu mau minta bilang aja disuruh aku", mereka "ehehe, ok dehh. langgeng ya kalian berdua", "iya makasih". bel sekolah pun berbunyi dan itu berarti jam pelajaran sudah di mulai. guru B. INDONESIA pun masuk ke kelas ku dengan peampilan rapi dan cantik. "assalamuallaikum", bu Endah "wallaikumusallam, apa kabar anak-anak?siapa yang sekarang gak masuk?", "alhamdulilah sehat bu, nihil bu semua masuk semua". pada waktu itu, itu hari Jum'at dan seperti biasa dari pengurus OSIS selalu meminta uang infak. ketua OSIS "assalamuallaikum, maaf bu saya ingin meminta waktunya sebentar ingin meminta uang infak", Bu Endah "wallaikumusallam, oh baiklah", Fikri "makasih ya bu". fikri "assalamuallaikum, maaf saya disini ingin meminta uang infak seikhlasnya", "wallaikumusallam, ohh. mau minta uang infak atau mau liat Nanda, hehe",  Fikri "apasih", Fikri "Nan, kamu punya uang gak", "punyalah, emang kamu", Fikri "ehehe", "nihh, uangnya". setelah semuanya sudah dimintakan uang infak, Fikri dan temannya terima kasih atas waktunya. Fikri dan temannya pun meninggalkan kelasku. dan kita semua belajar seperti biasa lagi, dan satu jam sudah kita belajar dan bel istirahat pun berbunyi. Andini "kamu mau jajan gak, Nan?", "enggak ahh, aku bawa bekel", Andini "ohhh, yaudah deh. aku ke kantin dulu ya". Andini pun ke kantin bersama teman-teman yang lain, dan aku sendirian di dalam kelas. pas Andini keluar, ada seorang cowo yang masuk ke dalem kelas. dan aku bertanya ke dia "hey, kamu siapa? kenapa masuk ke kelas ini?", "aku Reza anak kelas 8b, aku ke sini mau ngomong sama kamu", "kamu mau ngomong apa?", Reza "aku suka sama situ, kamu mau gak jadi pacar aku?", "maaf aku gak bisa, aku udah punya pacar", Reza "ohhh, yaudah deh. maaf udah ganggu kamu". pas Reza keluar, Andini dan teman-teman yang lainnya masuk ke dalam kelas.  

Andini "Nan, tadi aku liat ada cowo yang masuk kelas. siapa tuh???", aku "emm, bkn siapa - siapa ko". Andini dgn teman-teman lainnya pun bingung nd mereka semua memakan makanan yang mereka bawa dari kantin bersama-sama. 
Add caption
















hehe .. ceritanya sampe sini dulu ya. besok lagi lanjutannya :D nandap28@gmail.com

Minggu, 25 Maret 2012

gaje haha (^_^)

Diposting oleh nnandaputri di 04.12 0 komentar
cinta itu kadang2 membuat kita galau. tapi giliran lagi galau pasti orang yang kita cinta ia akan menghilang :( :'(

Senin, 13 Februari 2012

islam itu indah

Diposting oleh nnandaputri di 06.43 0 komentar
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

� Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya�. (Surah Al-Isra : 36)


Dalam Islam kata �tahu� berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
i'm muslim



Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:� Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu�.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :�Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di Akhirat termasuk orang-orang yang rugi�. 


Selasa, 31 Januari 2012

kebahagian

Diposting oleh nnandaputri di 04.33 0 komentar
Kebahagiaan hidup dalam pandangan Islam tidak berkutat pada sisi materi. Walaupun Islam mengakui kalau materi menjadi bagian dari unsur kebahagiaan.
Islam pada dasarnya memandang masalah materi sebagai sarana bukan tujuan. Oleh karenanya, Islam memberikan perhatian sangat besar pada unsur ma'nawi seperti memiliki budi pekerti yang luhur sebagai cara mendapatkan kebahagiaan hidup.
Beberapa nash syar'i telah menunjukkan hal ini:
وَالْأَنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ  وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ
"Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan." (QS. An-Nakhl: 5-6)
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
"Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (QS. Al-A'raf: 32)
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "di antara unsur kebahagiaan anak Adam adalah istri shalihah, tempat tinggal luas, dan tunggangan yang nyaman." (HR. Ahmad)
Islam pada dasarnya memandang masalah materi sebagai sarana bukan tujuan.
Oleh karenanya, Islam memberikan perhatian sangat besar pada unsur ma'nawi seperti memiliki budi pekerti yang luhur sebagai cara mendapatkan kebahagiaan hidup.

Kebahagiaan dunia
Islam telah menetapkan beberapa hukum dan beberapa kriteria yang mengarahkan manusia untuk mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia. Hanya saja Islam menekankan bahwa kehidupan dunia, tidak lain, hanyalah jalan menuju akhirat. Sedangkan kehidupan yang sebenarnya yang harus dia upayakan adalah kehidupan akhirat. Allah Ta'ala berfirman,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik." (QS. An-Nahl: 97)
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi." (QS. Al-Qashshash: 77)
فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
"Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit." (QS. At-Taubah: 38)
Kebahagiaan akhirat
Kebahagiaan akhirat merupakan kebahagiaan abadi yang kekal. Menjadi balasan atas keshalihan hamba selama hidup di dunia. Allah berfirman,
الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan"." (QS. Al Nahl: 32)
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ
"Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa." (QS. Al Nahl: 30)
Islam telah menetapkan tugas manusia di bumi sebagai khalifah di dalamnya. Bertugas memakmurkan bumi dan merealisasikan kebutuhan manusia yang ada di sana. Hanya saja dalam pelaksanaannya senantiasa ada kesulitan, sehingga menuntutnya bersungguh-sungguh dan bersabar. Hidup tidak hanya kemudahan sebagaimana yang diinginkan dan diangankan orang. Bahkan dia selalu berganti dari mudah ke sulit, dari sehat ke sakit, dari miskin ke kaya, atau sebaliknya.
Ujian-ujian ini  akan selalu mengisi hidup manusia yang menuntunnya untuk bersabar, berkeinginan kuat, bertekad tinggi, bertawakkal, berani, berkorban, dan berakhlak mulia serta lainnya. Semua ini akan mendatangkan ketenangan, kebahagiaan, dan ridla.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al Baqarah: 155-157)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya bernilai baik. Jika mendapat kebaikan dia bersyukur, dan itu baik untuknya. Dan jika tertimpa keburukan dia bersabar, dan itu baik untuknya." (HR. Muslim)
Cara meraih kebahagiaan
1.    Beriman dan beramal shalih.
Meraih kebahagiaan melalui iman ditinjau dari beberapa segi:
a.    Orang yang beriman kepada Allah Yang Mahatinggi dan Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dengan iman yang sempurna, bersih dari kotoran dosa, maka dia akan merasakan ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Dia tidak akan galau dan bosan dengan kehidupannya, bahkan akan ridla terhadap takdir Allah pada dirinya, pastinya dia akan bersyukur terhadap kebaikan dan bersabar atas bala'.
Ketundukan seorang mukmin kepada Allah membimbing ruhaninya yang menjadi pondasi awal untuk lebih giat bekerja karena merasa hidupnya memiliki makna dan tujuan yang berusaha diwujudkannya. Allah berfirman,
   الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al An'aam: 82)
b.    Iman menjadikan seseorang memiliki pijakan hidup yang mendorongnya untuk diwujudkan. Maka hidupnya akan memiliki nilai yang tinggi dan berharga yang mendorongnya untuk beramal dan berjihad di Jalan-Nya. Dengan itu pula, dia akan meninggalkan gaya hidup egoistis yang sempit sehingga hidupnya bermanfaat untuk masyarakat di mana dia tinggal.
Ketika seseorang bersifat egois maka hari-harinya terasa sempit dan tujuan hidupnya terbatas. Namun ketika hidupnya dengan memikirkan fungsinya, maka hidup nampak panjang dan indah, dia akan merasakan hari-harinya penuh nilai.
c.    Peran iman bukan saja untuk mendapatkan kebahagiaan, namun juga sebagai sarana untuk menghilangkan kesengsaraan. Hal itu karena seorang mukmin tahu dia akan senantiasa diuji dalam hidupnya. Dan ujian-ujian itu termasuk untuk menguji keimanan, maka akan tumbuh dalam dirinya kekuatan sabar, semangat, percaya kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, memohon perlindungan kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Potensi-potensi ini termasuk sarana utama untuk merealisasikan tujuan hidup yang mulia dan siap menghadapi ujian hidup.  Allah Ta'ala berfirman:
إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ
"Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Nisaa': 104)
Peran iman bukan saja untuk mendapatkan kebahagiaan, namun juga sebagai sarana untuk menghilangkan kesengsaraan.
2.    Memiliki akhlak mulia yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama.
Manusia adalah makhluk sosial yang harus melakukan interaksi dengan makhluk sebangsanya. Dia tidak mungkin hidup sendiri tanpa memerlukan orang lain dalam memenuhi seluruh kebutuhannya. Jika bersosialisasi dengan mereka merupakan satu keharusan, sedangkan manusia memiliki tabiat dan pemikiran yang bermacam-macam, maka pasti akan terjadi kesalahpahaman dan kesalahan yang membuatnya sedih. Jika tidak disikapi dengan sikap bijak maka interaksinya dengan manusia akan menjadi sebab kesengsaraan dan membawa kesedihan dan kesusahan. Karena itulah, Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak dan pembinaannya. Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat dan hadits berikut ini:
a.    Firman Allah dalam menyifati Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam,
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam: 4)
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran: 159)
b.    Perintah Allah kepada kaum mukminin agar tolong menolong dalam kebaikan,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al Maidah: 2)
c.    Perintah Allah agar membalas keburukan orang dengan kebaikan,
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QSl Fushshilat: 34-35)
d.    Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia."
e.    Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur." (Muttafaqun ‘Alaihi)
3.    Memperbanyak dzikir dan merasa selalu disertai Allah.
Sesungguhnya keridlaan hamba tergantung pada dzat tempat bergantung. Dan Allah Dzat yang paling membuat hati hamba tentram dan dada menjadi lapang dengan mengingat-Nya. Karena kepadaNya seorang mukmin meminta bantuan untuk mendapatkan kebutuhan dan menghindarkan dari mara bahaya. Karena itulah, syariat mengajarkan beberapa dzikir yang mengikat antara seorang mukmin dengan Allah Ta'ala sesuai tempat dan waktu, yaitu ketika ada sesuatu yang diharapkan atau ada sesuatu yang menghawatirkannya. Dzikir-dzikir tadi mengikat seorang hamba dengan penciptanya sehingga dia akan mengembalikan semua akibat kepada yang mentakdirkannya.
Berikut ini beberapa nash yang menunjukkan hubungan dzikir dengan kebahagiaan seorang hamba.
a.    Firman Allah Ta'ala:
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Al Ra'du: 28)
b.    Perintah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada seorang muslim ketika menikah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
"Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabi'at yang dia bawa, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan tabi'at yang dia bawa." (HR. Abu Daud no 2160, Ibnu Majah no1918 dan al Hakim).
c.    Doa ketika terjadi angin ribut:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), kebaikan apa yang di dalamnya dan kebaikan tujuan angin dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin dihembuskan." (Muttafaq 'Alaih)
d.    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan untuk melakukan sebab (usaha), minta tolong kepada Allah, dan tidak sedih jika hasil yang diharapkan tidak terwujud. "Bersemangatlah mencari yang bermanfaat bagimu, minta pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika engkau tertimpa musibah janganlah berkata: ‘Seandainya saya berbuat begini maka tentu tidak terjadi begitu.’ Namun katakanlah: ‘Allah telah menakdirkan musibah ini. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi’. Karena perkataan ‘Seandainya’ dapat membuka perbuatan syetan." (HR. Muslim)
"Bersemangatlah mencari yang bermanfaat bagimu, minta pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. . . " al hadits
 

nnandaputri Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review